Headlines News :
Home » »

Written By Unknown on Jumat, 13 Februari 2015 | 05.14






Menlu PNG, Rimbink Pato. Foto: Ist

Jakarta, MAJALAH SELANGKAH -- Setelah dalam pertemuan dengan para pemimpin Papua Nugini, Perdana Menteri PNG, Peter O'Neill mengungkapkan pernyataan dukungan pada Bangsa Papua Barat, pernyataan sebaliknya diungkapkan Menteri Luar Negeri PNG, Rimbink Pato. 

Pato menegaskan, pemerintah PNG tetap mendukung Papua Barat menjadi bagian dari kedaulatan Indonesia yang tak terpisahkan.

Menurutnya, pernyataan Perdana Menteri disalahartikan oleh komentator media dan mengabaikan hubungan baik antara PNG dengan Indonesia yang sudah dibangun. (Baca: Pengacara HAM Australia, Jennifer Robinson Sambut Baik Dukungan PNG untuk Papua Barat)

"Siapa, saya memiliki kesempatan untuk berbicara di telepon kemarin di Jakarta pada beberapa isu-isu ini atas pernyataan Perdana Menteri. Jadi, kita sudah bergerak maju dan meletakkan semua hal, khususnya interpretasi pernyataan itu di belakang kami," ungkap Pato kepada radionz.co.nz. 

Sebelumnya, Perdana Menteri Papua Nugini, Peter O'Neil membuat pernyataan yang membalikan pandangan tentang dukungan PNG terhadap perjuangan pembebasan Papua Barat. (Baca: "Terima Kasih untuk PM Peter O'Neill", KNPB dan PRD Timika Gelar Doa)


"Kadang-kadang kita lupa keluarga kita sendiri, saudara-saudara kita sendiri, terutama di Papua Barat," kata O'Neill saat menyampaikan pidatonya pada pertemuan tingkat pemimpin PNG di Port Moresby, Kamis (5/2/2015) lalu.

"Saya pikir, sebagai negara, sudah saatnya bagi kita untuk berbicara tentang penindasan rakyat kita di sana (Papua Barat)," kata O'Neill.

Menlu PNG, Rimbink Pato juga mengatakan, tawaran Papua Barat dari United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) untuk bergabung menjadi keanggotaan penuh di Melanesian Spearhead Group (MSG), terlebih dahulu harus melakukan konsultasi dengan pemerintah Indonesia. (Baca: Bangsa Papua melalui ULMWP Resmi Ajukan Aplikasi Keanggotaan Penuh ke MSG)

Namun, juru bicara ULMWP, Benny Wenda mengatakan dalam penyerahan tawaran aplikasi bangsa Papua Barat untuk menjadi keanggotaan penuh di MSG belum melakukan konsultasi dengan pemerintah Indonesia karena tidak penting.

Wenda juga meminta para pemimpin MSG tidak perlu meminta dukungan Indonesia untuk mencapai keputusan pada aplikasi yang diajukan pihaknya.(MC2/029/MS)

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

RECKY WEACK LOKON

YULEX LOKON

 
Support : Creating Website | www.lepanus.lokon@unsrit.ac.id | www.lepanus.lokon@unsrit.ac.id
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. SUARA MERDEKA PAPUA HUSAGAMA - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Blong lepanus lokon